Pelestarian Tradisi dan Keberlanjutan Generasi Pengrajin Noken

Pelestarian Tradisi dan Keberlanjutan Generasi Pengrajin Noken

            Di tengah kebangkitan industri kreatif menuju pasar terbuka pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), berbagai industri di Indonesia telah menciptakan dan memberikan ruang bagi produk nasional dan internasional untuk mendorong terciptanya industri kreatif berbasis kebahasaan. Dari konteks ini penggalian berbagai potensi industri kreatif kebahasaan diberbagai potensi itu menjadi produk industri kreatif.

            Noken Papua sebagai produk lokal yang mempelopori industri kreatif berbasis bahasa, secara tidak langsung mendorong terjadinya inovasi dari wujud noken menjadi tak berwujud melalui industri media (visual dan audiovisual) yang berbasis bahasa. Kesemua industri kreatif berbasis bahasa dalam pertumbuhan dan perkembangannya lebih banyak melibatkan pengusaha kecil dan menengah. Untuk itu, diharapkan kebangkitan industri kreatif seperti Noken Papua dapat menggerakkan ekonomi kelas bawah, tetapi sekaligus memberi kontribusi bagi pengenalan identitas bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

            Noken secara fungsional lebih identik dengan tas. Noken dalam dalam pandangan bahasa Indonesia dapat disejajarkan dengan kantong atau tas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Namun, noken tetap menjadi noken bagi rakyat Papua. Noken tetap unik, khas dan alami menurut keyakinan adatnya. Noken Papua adalah cipta, rasa dan karsa yang dimiliki manusia berbudaya dan beradat. Pembuatan noken menggunakan bahan alami, sedangkan tas adalah proses produk pabrik dengan berbagai bahan yang dihasilkan melalui pabrik. Bahan yang dimanfaatkan secara alami dan itulah yang diakui sebagai unsur budaya masyarakat Papua. Dengan menyamakan tas atau kantong dengan noken, sebenarnya kita meninggalkan kearifan makna sesungguhnya dari noken.Karena Noken bukan semata tas dalam sebuah industri tapi Ia merupakan ekspresi dari warisan pengetahuan lokal Papua yang mengajarkan pengabdian kepada alam, harmoni spiritual secara tinggi, dan ketulusan memandang dalam nilai – nilai kehidupan.

SHARE