Merawat Noken Kunci Ketahanan Ekonomi Budaya
Ditengah ketidakstabilan ekonomi global, peran besar pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi episentrum penting dalam menjaga konsistensi ketahanan ekonomi Indonesia.Mengapa hal ini menjadi layak dimajukan dalam diskursus aktual saat ini, salahsatu alasan kuatnya karena melihat pada kenyataan perkembangan UMKM di Indonesia setiap tahun terus menerus mengalami peningkatan. Dalam mencapai perkembangan besar UMKM optimal, langkah pemberdayaan berbagai strategi pemasaran UMKM menjadi mutlak diperlukan. Salahsatu strategi utamanya mencari berbagai potensi UMKM berbasi budaya di Indonesia.
Dalam banyak riset ekonomi kreatif, ada banyak hubungan positif antara budaya dan pengembangan UMKM. Pada posisi ini keberlanjutan budaya menjadi pokok rasional yang harus dibina untuk menjadi landasan dasar dari pemajuan UMKM secara nasional. Setiap potensi ekonomi lokal dapat diartikan sebagai aktualisasi kemampuan ekonomi daerah lokal yang patut untuk dikembangkan secara terus menerus berkembang serta menjadi sumber pencarian masyarakat sekitar bahkan mempengaruhi peningkatan perekonomian daerah seutuhnya untuk lebih berkembang. Kolaborasi menjadi dasar kesuksesan mengembangkan potensi ekonomi lokal yang digunakan untuk memperkuat daya saing daerah dan nasional. Termasuk memberikan banyak peluang bagi perkembangan tas – tas tradisional dalam ruang pemajuan ekonomi budaya di Indonesia.
Eksistensi Tradisi
Noken merupakan tas tradisional papua yang diracik dengan menggunakan bahan kulit kayu sebagai tempat menyimpanan barang maupun juga tempat membawah barang. Salah satu alasan kenapa orang papua dari 7 wilayah adat mempertahankan tas noken sebagai identitas orang papua karena didalam tas noken papua telah tersembunyi beragam nilai, diantarnya nilai ekonomi dan nilai kehidupan. Mayoritas masyarakat papua dari sorong sampai dengan Merauke selalu saja menggunakan tas noken papua karena bagi orang papua tas noken merupakan karakter tradisi.
Noken merupakan kerajinan tangan masyarakat hukum tanah adat Papua yang sudah bernorma, beradat, berbudaya dan beretika dari masa leluhur noken sampai ke generasi sekarang.Penggunaan noken terkait adat digunakan sebagai pelengkap ikatan batin antara satu pihak dengan pihak lain. Eksistensi Noken bagi masyarakat Papua adakalanya juga dipakai sebagai pelengkap dalam melamar gadis, upacara perkawinan adat dan sebagainya (Titus Pekei, 2011 : 1). Noken selain sebagai tas bagi orang Papua dan merupakan jati diri orang papua, dimana noken memiliki filosofi sederhana yaitu dibuat dari kulit kayu dan transparan yaitu setiap orang bisa melihat isi yang ada didalam noken tersebut. Disamping itu, noken simbol rahim bagi orang Papua atau simbol kesuburan, dimana zaman dahulu hanya perempuan yang boleh membuat noken dan dianggap telah dewasa. Sampai kini eksistensi Noken masih bertahan dan menjadi ekpresi mode sekaligus warisan ketahanan lokal di Papua.
Eksistensi Noken di tanah Papua boleh jadi merupakan penanda rasional dalam membangun kekuatan pengembangan ekonomi di setiap daerah. Dalam wujud rasional akselerasi peningkatan ekonomi lokal berbasis kebudayaan. Pengembangan ekonomi di setiap daerah dapat diartikan proses pemerintah daerah dan masyarakatnya untuk memanfaatkan beberapa sumber daya lokal yang ada dan diharapkan dapat membuat pengembangan perekonomian bisa sedikit meningkat. Hal ini pula yang turut menyebabkan pengembangan ekonomi lokal sangat penting, karena dapat digunakan untuk menghasilkan suatu kesempatan atau lapangan kerja baru dan mendorong pembangunan perkembangan pertumbuhan ekonomi dalam suatu wilayah tersebut. Dari sudut pandang ini, segala macam bentuk kegiatan pembangunan ekonomi daerah tujuannya tidak lain untuk meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat daerah.
Dalam orientasi kebudayaan, pengembangan ekonomi lokal berbasis budaya juga menjadi fondasi kokoh untuk memantapkan diri dalam pengembangan budaya.Sebagaimana isi Pasal 43 dan 44 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan disana dijelaskan jika memajukan kebudayaan, pemerintah pusat dan daerah bertugas menghidupkan dan menjaga ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Dari sini dapat dirasionalkan, jika untuk melihat segala macam potensi budaya harus dapat diselaraskan dengan ekosistem yang menyertainya. Pada posisi inilah kebudayaan bukan sekedar obyek atau deretan benda - benda mati, melainkan kumpulan relasi sosial yang bersifat dinamis.
Pemahaman yang rasional dari cara pandang melihat pemahaman kebudayaan sesungguhnya harus dapat memperhatikan ekosistem yang dibangunnya. Untuk menggali potensi kebudayaan lokal seluruh komponen idealnya diajak untuk membuat peta pikiran yang berkelanjutan supaya secara sadar. Dari proses inilah, kebudayaan menciptakan media regenerasi yang kemudian menyediakan akses untuk melakukan aktualisasi diri secara matang yang pada akhirnya menciptakan serapan penghasilan secara terus menerus. Disinilah terjadi hubungan tata interaksi yang saling menunjang antara pelaku, peserta, lingkungan alam dan objek pemajuan kebudayaan dalam suatu kawasan.
Dari tata interaksi kebudayaan menciptakan kelahiran sumber daya manusia yang saling menguatkan satu sama lain. Pada sisi inilah ekpresi gotong royong untuk dapat saling menghidupkan ekosistem kebudayaan akan menciptakan lingkaran kehidupan berkelanjutan. Baik pemerintah pusat dan daerah idealnya harus dapat memikirkan bagaimana efektivitas fasilitasi dan pembiayaan.Hasil riset akademisi belum memberi koneksi yang baik bagi hubungan interaksi perencanaan kebudayaan dalam menciptakan karya seni budaya yang bernilai ekonomi tinggi. Pemerintah daerah dan pusat semestinya memfasilitasi masyarakat untuk bermusyawarah dalam merancang kerja kebudayaan hingga implementasi yang berlaku didaerahnya. Pada posisi ini kerja praktik kebudayaan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari.
Penerapan Ekonomi Lokal Berbasis Budaya
Pengembangan Ekonomi Lokal adalah sebuah proses pemerintah pusat maupun lokal yang terlibat untuk lebih meningkatkan, merangsang, memelihara, aktivitas-aktivitas usaha yang menciptakan lapangan kerja baru. Disamping itu, penerapan strategi pengembangan ekonomi lokal merupakan sebuah proses menyusun beberapa kelembagaan pembangunan di daerah, peningkatan sumber daya manusia dan pembinaan industri dan kegiatan usaha pada skala lokal akan menjadi garansi rasional dalam melihat maksimalisasi mamfaat ekonomi lokal secara berdaya guna.
Keberhasilan dari penerapan pengembangan ekonomi lokal bisa diketahui dari beberapa faktor, seperti halnya maksimalisasi usaha yang diperluas untuk masyarakat umum, peningkatan pendapatan masyarakat, pemberdayaan jaringan kemitraan secara padu antara pemerintah, swasta dan masyarakat lokal. Dari ini ada pengembangan pertumbuhan ekonomi, kerjasama dari beberapa pihak baik dari pemerintah, pengusaha, maupun organisasi masyarakat lokal sekitar. Maka dari itu semua pihak pelaksana pembangunan diharapkan terlibat di dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian sebuah kegiatan melalui pengembangan ekonomi lokal.
Kontribusi ekonomi kreatif dalam perekonomian dan kultur Indonesia dengan keragaman sosio-budaya menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Keragaman sosio-budaya Indonesia memberikan indikasi bahwa kreativitas masyarakat Indonesia sangat tinggi. Begitu pula halnya dengan keragaman produk dari berbagai etnis, yang menjadi factor pendukung pengembangan ekonomi kreatif.
Eksistensi Noken di tanah Papua setidaknya menjadi bukti jika pengembangan ekonomi kreatif tidak terlepas dari budaya masyarakat setempat. Pengembangan ekonomi kreatif harus berbasis budaya masyarakat setempat. Budaya masyarakat setempat merupakan kearifan lokal yang harus dilestarikan dan dikembangankan dalam bentuk terintegrasi dalam setiap kegiatan pembangunan. Kearifan lokal dalam budaya biasa dalam bentuk fisik dan non fisik. Kearifan local dalam bentuk fisik dan non fisik.
Ekonomi kreatif bukan hanya diukur dari segi ekonomi tetapi juga dapat diukur dari dimensi budaya. Dewasa ini, ide- ide kreatif yang muncul pada dasarnya bersumber dari kearifan local daerah. Hal ini memberikan makna bahwa kearifan lokal sangat menentukan arah perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Ekonomi kreatif yang dikembangkan dengan memperhatikan kearifan lokal menjadi solusi alternatif yang dapat mendorong perkembangan ekonomi kreatif untuk menjadi lebih mandiri terutama di daerah. Dimana, daerah memiliki produk-produk yang mencerminkan budayanya masing-masing.
